Logo Fraksi PKS DPRD Depok

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

DPRD Kota Depok

Ketua DPRD, Wali Kota, dan Gubernur Jawa Barat Sampaikan Harapan pada HUT Kota Depok ke-24

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Fraksi PKS Depok, Ketua DPRD, Wali Kota, dan Gubernur Jawa Barat Sampaikan Harapan pada HUT Depok ke-24

Depok | detikNews – Ketua DPRD Kota Depok, TM. Yusufsyah Putra, berharap pada usia ke-24 Kota Depok, pemerintah dan masyarakat dapat lebih berkolaborasi dalam keberagaman suku untuk memajukan kota tersebut. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Paripurna dalam rangka memperingati HUT Kota Depok ke-24, dengan tema “Beragam Suku Berpadu untuk Depok Lebih Maju”, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, Kamis (27/04/2023).

Ditempat yang sama,  Wali Kota Depok M. Idris berharap angka 24 di HUT Kota Depok ke-24 dapat menjadi angka keberuntungan bagi warga Kota Depok dan mewujudkan mimpi para sesepuh. Sedangkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berharap Pemerintah Kota Depok dapat mempersiapkan diri dalam era digitalisasi, terutama untuk kalangan muda, agar bisa mendukung pembangunan.

Rapat Paripurna dalam rangka HUT Kota Depok ke-24 yang dipimpin Ketua DPRD Kota Depok TM. Yusufsyah Putra tersebut dihadiri oleh  Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota M. Idris, Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono, Kapolres Kombespol Ahmad Fuady, Dandim Kol.inf. Elvino Yuda Kurniawan, Kepala Kejaksaan Mia Banulita, Kepala Pengadilan Negeri Ridwan, Forkopimda, Mantan Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail, Setda Supian Suri, Camat dan Lurah se-Kota Depok, Ketua TP-PKK Prov.insi Jawa Barat Atalia Kamil, Ketua TP-PKK Kota Depok Elly Farida, para tokoh masyarakat, Paduan Suara SMAN 1 Depok dan 30 anggota DPRD Kota Depok.

Dalam giat tersebut, acara dimulai dengan pembacaan sejarah singkat Kota Depok, mulai dari zaman prasejarah, zaman Padjajaran tahun 1020-1579 M, hingga  zaman kolonial tahun 1696.

Disebutkan, dahulu, Depok merupakan tanah partikelir yang dimiliki oleh seorang saudagar asal Belanda, Cornelis Chastelein yang juga sebagai mantan petinggi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), pada 18 Mei 1696 dengan luas 12,44 km².

Hingga akhirnya terbentuklah masyarakat Kristen Protestan di Depok yang diawali dengan 12 Marga yakni, Jonathans, Laurens, Bacas, Loen, Soedira, Isakh, Samuel, Leander, Joseph, Tholense, Jacob, dan Zadokh. Ketika Cornelis Chastelein meninggal dunia pada 28 Juni 1714, ia berwasiat agar para budaknya dibebaskan dan muncullah istilah “Kaoem Depok” atau “Belanda Depok”.

Seiring waktu berjalan pada tahun 1982, Depok yang kala itu masih menjadi salah satu kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat status kota administratif. hingga akhirnya setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999, Depok tidak lagi berstatus kota administratif, melainkan berdiri sebagai kotamadya, dan secara resmi Kota Depok terbentuk pada 27 April 1999. (Edh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *