Logo Fraksi PKS DPRD Depok

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

DPRD Kota Depok

Depok Punya 25 Ton Beras Hadapi El Nino, Dewan Minta Segera Lakukan Pemetaan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Fraksi PKS Depok, Depok Punya 25 Ton Beras Hadapi El Nino, Dewan MInta Segera Lakukan Pemetaan

RADARDEPOK.COM – Di tengah keterbatasan lahan untuk menyediakan kebutuhan pangan. Kota Depok harus bersiap menghadapi kondisi iklim El Nino.

Apalagi, hal ini sudah diwanti-wanti Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo yang meminta agar seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) menyiapkan lumbung pangan untuk menghadapi fenomena tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan dan Pertanian DKP3 Kota Depok, Endang Gunadi memastikan, pihaknya memiliki cadangan beras sebanyak 25 ton yang dapat dimanfaatkan ketika fenomena El Nino berdampak terhadap kebutuhan pangan.

Nantinya, kata dia, puluhan ribu kilogram beras milik Kota Depok itu dapat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan selama terjadi bencana sosial atau alam, termasuk kondisi iklim El Nino.

DKP3 punya cadangan pangan berupa beras yang dititip di Bulog sebanyak 35.245,93 kilogram. Bisa dimanfaatkan kalau terjadi bencana, bisa bencana alam atau bencana sosial,” ungkap dia kepada Radar Depok, Kamis (6/7).

Menurut Endang, cadangan beras itu masih tersimpan dengan baik di Bulog. Musababnya, belum ada bencana di Kota Depok yang mengharuskan puluhan ribu kilogram beras tersebut dipergunakan.

Bahkan, sebut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok selalu menganggarkan pembelian beras. Tahun ini, pihaknya sudah menganggarkan pembelian beras sebanyak lima ton.

“Tahun ini, kami menganggarkan pembelian beras lagi sebanyak 5 ton yang nanti akan dititipkan lagi di Bulog. Selama ini belum dikeluarkan karena belum ada bencana di Kota Depok, setiap tahun kita anggarkan untuk pembelian beras,” terang Endang.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok mencatat, lahan sawah dilindungi di wilayahnya sudah habis. Meski begitu, setidaknya ada sekitar puluhan hektar Lahan Baku Sawah (LBS) yang masih bertahan.

Kepala BPN Kota Depok, Indra Gunawan menyebut, setidaknya masih ada 48,24 hektar LBS untuk sawah. Sementara, bukan sawah 2,65 hektar yang rencananya akan dilakukan survei ke sejumlah tempat termasuk Kecamatan Tapos, Sawangan, Limo, Cilodong dan Bojongsari.

“Untuk lahan sawah dilindungi di Kota Depok nol atau tidak ada,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Menurut Indra, pemutakhiran data dan informasi soal Peta LBS di wilayahnya perlu dilakukan sebagai dasar informasi.

“Nah akumulasi data di lapangan yang didapat nanti, sangat penting bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak lagi terjadi kesalahan dan memastikan data yang diperoleh merupakan data yang termutakhir, valid, dan akurat serta merupakan kesepakatan bersama sehingga data yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk seluruh stakeholder,” jelas dia.

Sebelumnya, Kepala DKP3 Kota Depok, Widyati Riyandani mengatakan, LBS di wilayahnya tersisa 50 hektar. Selanjutnya, lahan tersisa itu masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor pertanian. Misalnya, persawahan.

“LBS di Kota Depok kurang lebih 50 hektar,” ungkap dia kepada Radar Depok, Minggu (25/6).

Widyati menerangkan, LBS yang masih di Kota Depok tengah dipergunakan sebagai sawah. Untuk hasil maksimal, beber dia, DKP3 Kota Depok akan memanfaatkannya untuk ditanami palawija.

“LBS eksisting buat sawah dan dapat juga diselingi oleh tanaman palawija atau tanaman lainnya,” kata Widyati.

Anggota Komisi B DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya meminta, Pemkot Depok melakukan sejumlah langkah agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi meski sedang terjadi fenomena El Nino.

“Jadi yang sekarang harus mulai dilakukan Pemkot adalah monitoring secara teratur atau berkala ketersediaan pangan, lalu pada saat yang sama merencankan sistem atau mekanisme yang efektif pengadaan dan distribusi kebutuhan pangan di Kota Depok,” pinta dia.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok itu menerangkan, wilayahnya bukan sebagai produsen pangan. Sebab, sebagian kecil wilayah atau kecamatan yang masih digunakan untuk bercocok tanam.

“Langkah pertama adalah melakukan pemetaan semua sumber daya pangan yang tersedia, seperti persedian beras, terigu, jagung dan lainnya,” tutur Qurtifa.

Menurut Qurtifa, pemetaan tersebut berguna untuk mengetahui jumlah kebutuhan dan volume pangan yang tersedia.

“Dari data yang ada, Pemkot bisa memprediksi kebutuhan yang diperlukan untuk mengantisipasi kedepan,” jelas dia.

Langkah lainnya, saran dia, Pemkot Depok memenuhi kebutuhan pangan dengan membeli dari daerah di luar Depok. Sehingga, kebutuhan pangan tetap dapat terpenuhi saat El Nino melanda.

Perlu diketahui, cadangan beras yang dimiliki Perum Bulog untuk menghadapi El Nino pada Juli hingga Desember 2023 mencapai 605.924 ton.

Jumlah cadangan beras tersebut terdiri atas pengadaan dalam negeri mencapai 204.771 ton dan dari luar negeri mencapai 335.182 ton serta penyerapan komersil sebesar 65.970 ton.

Meski demikian, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi tetap meminta Bulog untuk terus menyerap beras dalam negeri. Pasalnya, serapan beras dalam negeri masih belum memenuhi target yang ditetapkan sebesar 2,4 juta ton.

Dia juga mengatakan, importasi yang selama ini dilakukan merupakan alternatif terakhir dan terpaksa.

Arief menuturkan sampai semester pertama 2023 ini, dari 2 juta ton target pengadaan dari luar negeri, baru terealisasi sekitar 500 ribu ton.

“Karena kita optimalkan serapan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP) dan bahwa penyaluran bantuan pangan pemerintah berupa beras melalui penugasan Perum Bulog selama tiga bulan terakhir itu dipenuhi dari hasil penyerapan dalam negeri tersebut.” terang Arief melalui keterangan resmi, Rabu (5/7).

Dia mengatakan, saat ini pengelolaan cadangan pangan sudah memiliki landasan regulasi yang kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 125 tahun 2022.(***)

Sumber : https://www.radardepok.com/utama/9469387741/depok-punya-25-ton-beras-hadapi-el-nino-dewan-minta-segera-lakukan-pemetaan?page=3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *