Logo Fraksi PKS DPRD Depok

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

DPRD Kota Depok

Hafid Nasir Meminta SSA di Jalan Raya Nusantara Depok Dipertimbangkan, Jangan Merugikan Masyarakat

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Fraksi PKS Depok, Hafid Nasir Meminta SSA di Jalan Raya Nusantara Depok Dipertimbangkan, Jangan Merugikan Masyarakat

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK – Rencana pemberlakuan kembali sistem satu arah (SSA) di Jalan Raya Nusantara, Kota Depok mendapat ragam tanggapan.

Salah satunya datang dari Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS, Hafid Nasir.

Anggota legislatif yang tinggal di Perumnas Depok 1 ini mengaku selalu melewati Jalan Raya Nusantara bila hendak ke Gedung DPRD maupun ada kegiatan lainnya.

Untuk itu, selama melintasi jalan tersebut yang kini masih diberlakukan dua arah, Hafid menilai ruas Jalan Raya Nusantara terbilang lancar.

Sebagai seorang ayah, Hafid mengaku dirinya kerap mengendarai roda duanya untuk mengantarkan anaknya sekolah di kawasan Jalan Raya Nusantara.

Dirinya pun melihat jika kerjasama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas serta satpam di tiap sekolah sepanjang Jalan Raya Nusantara mampu mengatur arus lalu lintas dengan baik.

Sehingga dengan begitu, tidak menyebabkan kemacetan berkepanjangan dan para siswa pun tiba di sekolah tanpa terlambat.

“Demikian juga pada saat jam kepulangan sekolah, ruas Jalan Raya Nusantara dengan dua arah kendaraan, arus lalu lintas dalam kondisi terkendali meski ada antrian kendaraan pribadi atau umum, tapi itu biasalah,” ujar Hafid kepada TribunnewsDepok.com, Kamis (3/8/2023).

Untuk itu, pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Depok ini khawatir bila SSA di Jalan Raya Nusantara diberlakukan maka arus lalu lintas menjadi semrawut di beberapa persimpangan.

Sebab, pengendara dari Jalan Pitara dan Sawangan tidak bisa lagi langsung melalui Jalan Raya Nusantara dan harus memutar ke Jalan Melati Raya, Mawar Raya, dan Irian Jaya.

Hal itu dinilai dewan dengan daerah pemilihan (Dapil) Pancoran Mas ini akan memakan waktu tempuh lebih lama dan berakibat kemacetan di beberapa pertigaan.

Jika pengendara mobil atau motor menggunakan jalan-jalan di dalam Perumnas yang sementara ini belum ada pedestrian, dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan karena banyak anak-anak warga Depok Jaya yang berjalan kaki menuju sekolah di Jalan Raya Nusantara.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Depok ini menambahkan, di hari libur, Sabtu dan Minggu memang terkadang terjadi antrean panjang di Jalan Raya Nusantara menuju Pitara.

Antrean panjang ini dikarenakan pelebaran di Simpang Sengon belum berjalan, baru pembebasan lahan saja di akhir tahun 2022 yang lalu.

Jika ini sudah berjalan, harapannya akan mengurai kemacetan kendaraan dari Jalan Raya Nusantara menuju Pitara dan tidak terjadi bottleneck yaitu penyempitan jalan menuju Jalan Pitara atau Sandra.

“Solusinya bukan dengan Sistem Satu Arah tapi persoalan bottleneck di Sandra yang harus diselesaikan,” tegas Hafid.

Sebagai Ketua DKM Masjid Al-Muhajirin yang berlokasi di jalan Raya Nusantara, Hafid sering mendapatkan aduan dari jamaah ketika masih diberlakukan SSA.

Keluhan tersebut mengenai banyaknya jamaah yang kesulitan menyeberang dikarenakan kecepatan kendaraan meningkat baik mobil maupun motor termasuk mobil-mobil ukuran besar, padahal di sepanjang Jalan Raya Nusantara sudah ada pita kejut.

Menurut Hafid, pita kejut tidak bisa mengurangi kendaraan karena diperlukan kesadaran dalam berkendara dengan mematuhi rambu lalu lintas.

“Bahkan tidak hanya kesulitan untuk menyeberang, banyak jamaah yang ditabrak kendaraan yang sedang melintas di Jalan Raya Nusantara. Mayoritas warga Perumnas termasuk jamaah masjid sudah banyak yang sepuh, sehingga mereka kesulitan

menyeberang,” pungkasnya.

Hafid menilai kebijakan lalu lintas terkadang juga harus memperhatikan situasi dan kondisi di mana kebijakan itu akan diberlakukan.

Situasi dan kondisi yang dimaksud yakni memertimbangkan aspek sosial di mana Perumnas ini dibangun tahun 1976 dan banyak warga yang sudah sepuh, aspek lingkungan pedestrian jalan belum ada, dan kebangkitan ekonomi pasca Covid-19 juga perlu diperhatikan.

“Jangan sampai dengan diberlakukan SSA, pedagang dan pengusaha di sepanjang jalan Raya Nusantara kena imbasnya. Semoga apa yang saya sampaikan ini mendorong seluruh stakeholders atau pengambil kebijakan untuk mempertimbangkan diberlakukannya kembali SSA,” tandasnya.

Sumber : https://depok.tribunnews.com/2023/08/03/hafid-nasir-meminta-ssa-di-jalan-raya-nusantara-depok-dipertimbangkan-jangan-merugikan-masyarakat?page=2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *