Logo Fraksi PKS DPRD Depok

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

DPRD Kota Depok

T Farida Rachmayanti : Trotoar Margonda Depok Jangan Sampai Beralih Fungsi

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Fraksi PKS Depok, T Farida Rachmayanti: Trotoar Margonda Depok Jangan Sampai Beralih Fungsi

RADARDEPOK.COM-Penataan trotoar Margonda terus diakukan hingga ke segmen 3. Hadirnya trotoar yang lebih tertata akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki. Pada sisi lain wajah Margonda sebagai etalasenya Kota Depok menjadi semakin fresh. Margonda yang elegan yang membanggakan warganya. Kita berharap taman (separator) direvitalisasi agar semakin asri dan cantik.

Namun, Anggota Komisi A DPRD Kota DepokT Farida Rachmayanti  menyampaikan, perlu diantisipasi sejak awal adanya para pedagang kaki lima yang ‘memanfaatkan’ fasilitas trotoar. Jika tidak segera dilakukan pembinaan dan pengendalian akan semakin marak. Yang nantinya akan membuat kesemrawutan selain berubahnya fungsi.

“Tentunya pemerintah bukan tidak pro terhadap para pedagang namun mereka juga harus mengikuti aturan yang ada demi kemaslahatan bersama. Ketertiban umum harus ditegakkan secara displin,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diberikan pada Radar Depok.

Pada Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum menetapkan masalah Tertib Usaha/Berjualan. Dalam Pasal 14 ditegaskan bahwa Setiap orang atau badan dilarang berjualan di jalan, trotoar, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), pinggir rel kereta dan bantaran sungai.

T Farida Rachmayanti menambahkan,selain itu setiap orang atau badan dilarang berjualan di jalur hijau, taman kota, dan tempat umum lainnya kecuali diizinkan oleh pejabat yang berwenang.

“Pemkot Depok sesegera mungkin melakukan inventarisasi di titik manakah sepanjang jalan Margonda yg telah muncul Tentunya pembinaan terhadap mereka tidak hanya oleh Satpol PP saja. Tapi juga menyertakan Dinas UKM dan Disdagin,” papar T Farida Rachmayanti.

Tantangannya adalah mita tidak cukup hanya melarang tapi harus memberikan alternatif solusi. Mencari tempat alternatif untuk mereka. Dalam hal ini bisa dibuka sinergi dengan dunia usaha disepanjang Margonda. Misal toko modern dan pusat perbelanjaan

Pengendalian terhadap penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum di Margonda terkait para pedagang kaki lima mendesak. Jangan dibiarkan menjamur. Perangkat daerah  juga harus berkolaborasi dengan lembaga pemerintah RT RW  untuk menjaga trotoar margonda agar tidak beralih fungsi.

Dalam Peraturan Daerah Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum disebutkan tentang peran serta masyarakat.

Pertama, masyarakat mempunyai kesempatan untuk berperan serta dalam membantu upaya penyelenggaraan ketertiban umum dalam makna yang seluas-luasnya.

Kedua,  Masyarakat dapat melaporkan kepada pejabat yang  berwenang apabila mengetahui adanya pelanggaran terhadap ketertiban umum.

Ketiga, Pemerintah Kota wajib menindaklanjuti dan memberikan jaminan keamanan serta perlindungan kepada pelapor. (***)

Sumber : https://www.radardepok.com/politik/94610497730/t-farida-rachmayanti-trotoar-margonda-depok-jangan-sampai-beralih-fungsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *