Sayangkan Penghapusan Santunan Kematian di Depok, Khairullah: Itu Tanda Hadirnya Negara untuk Warga Miskin - FPKS Depok
Logo Fraksi PKS DPRD Depok

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

DPRD Kota Depok

Sayangkan Penghapusan Santunan Kematian di Depok, Khairullah: Itu Tanda Hadirnya Negara untuk Warga Miskin

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

RADARDEPOK.COM—Ketua Komisi A DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Khairullah, menyoroti penghapusan program santunan kematian bagi warga kurang mampu di Kota Depok. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar bantuan finansial, melainkan simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat kecil yang sedang mengalami musibah.

Hal itu disampaikan Khairullah saat menghadiri “PKS Coffe Talk” atau forum bincang bersama insan pers di Kota Depok, di wilayah Kecamatan Cimanggis, Sabtu (9/5).

Dalam pernyataannya, ia mengaku prihatin karena sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah justru dihentikan atau mengalami perubahan.

Salah satu yang paling disorotinya ialah santunan kematian bagi warga miskin yang sebelumnya dinilai sangat membantu masyarakat.

“Kenapa saya membela santunan kematian? Karena itu bukan hanya soal uang. Itu tanda hadirnya negara, tanda hadirnya pemimpin di tengah masyarakat kecil,” ujar Khairullah.

Ia menjelaskan, selama ini santunan kematian menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga kurang mampu yang sedang berduka.

Menurutnya, bagi masyarakat kecil, bantuan tersebut memiliki arti besar, terutama untuk meringankan kebutuhan mendadak saat ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Khairullah kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan perlakuan yang biasa diterima tokoh besar atau pejabat ketika meninggal dunia.

“Kalau tokoh besar meninggal, pejabat datang melayat, kirim karangan bunga, banyak yang memberikan perhatian. Tapi ketika warga miskin meninggal, santunan kematian itulah bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah,” katanya.

Ia menilai, program tersebut seharusnya tetap dipertahankan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Terlebih, anggaran yang dibutuhkan dinilai tidak terlalu besar dibanding dampak sosial yang diberikan.

“Anggarannya hanya sekitar Rp1,8 miliar setahun. Tapi manfaatnya besar untuk masyarakat miskin,” ungkapnya.

Menurut Khairullah, penghentian program santunan kematian menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat. Ia mengaku menerima berbagai keluhan dan aspirasi warga terkait hilangnya program tersebut.

Bahkan, ia menyebut sejumlah tokoh masyarakat dan senior di Kota Depok turut menyampaikan keresahan serupa kepadanya.

“Ada yang datang kepada saya dan mengatakan, kenapa program seperti ini tidak dibela. Karena masyarakat kecil sangat merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Selain santunan kematian, Khairullah juga menyinggung perubahan terhadap program Universal Health Coverage (UHC) yang menurutnya sama-sama menyentuh langsung kebutuhan masyarakat miskin.

berharap kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat kecil dan tidak menghilangkan program-program sosial yang selama ini dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Program-program yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat bawah seharusnya dipertahankan dan diperkuat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khairullah juga menyinggung kondisi sosial di Kota Depok yang menurutnya masih diwarnai polarisasi. Ia menilai situasi itu berdampak terhadap kehidupan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

“Pengaduan kepada kami di Komisi A cukup banyak. Polarisasi itu masih terasa sampai di lingkungan masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Depok serta mengedepankan kepentingan masyarakat luas, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian pemerintah secara nyata.***

Sumber: https://www.radardepok.com/politik/94617106993/sayangkan-penghapusan-santunan-kematian-di-depok-khairullah-itu-tanda-hadirnya-negara-untuk-warga-miskin?page=2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *