
Depok memiliki Wali Kota sejak status nya menjadi Kota Administratif bagian dari Kabupaten Bogor pada tahun 1981-1982. Lalu menjadi Kotamadya yang mandiri pada tahun 1999. Dan selanjutnya istilah Kotamadya diubah menjadi Kota, seiring Amandemen Kedua UUD 1945, Pasal 18, tentang Pemerintahan Daerah, pada tahun 2000.
Masa Kota Administratif Depok (1982–1999)
Pada periode ini, Depok masih berstatus sebagai kota administratif yang berada di bawah wilayah Kabupaten Bogor. Wali kota yang menjabat ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat dan sebagian besar berasal dari kalangan birokrat yang berafiliasi dengan Golongan Karya (Golkar), yang saat itu merupakan kekuatan politik dominan.

1. Mochammad Rukasah Suradimadja (1982–1984)
• Partai: Golkar
• Menjabat selama sekitar 2 tahun 255 hari. Fokus pada pembangunan infrastruktur awal Depok.

2. Mochammad Ibid Tamdjid (1984–1988)
• Partai: Golkar
• Melanjutkan kebijakan pembangunan yang sudah ada.

3. Abdul Wahyan (1988–1991)
• Partai: Golkar
• Mengembangkan sektor administrasi kota dengan pendekatan birokrasi modern.

4. Mohammad Masduki (1991–1992)
• Partai: Golkar
• Masa jabatan yang singkat, lebih banyak menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.

5. Sofyan Safari Hamim (1992–1996)
• Partai: Golkar
• Fokus pada perluasan wilayah perkotaan dan pengembangan infrastruktur publik.

6. Yuyun Wirasaputra (1996–1997, Penjabat)
• Partai: Golkar
• Menjabat sebagai pelaksana tugas hingga terpilihnya wali kota definitif.

7. Badrul Kamal (1997–1999)
• Partai: Independen (sebelumnya birokrat yang berafiliasi dengan Golkar)
• Menjabat sampai pengesahan status Kota Depok sebagai kotamadya.
Masa Kotamadya Depok (1999–2000)
• Pada 27 April 1999, Depok resmi menjadi kotamadya. Badrul Kamal kembali ditunjuk sebagai pejabat sementara wali kota hingga pelaksanaan pemilihan langsung oleh DPRD. Masa ini merupakan periode transisi menuju otonomi daerah penuh.
Masa Kota Depok dengan Wali Kota Hasil Pemilihan DPRD (2000–2005)
• Wali Kota : Badrul Kamal (2000–2005)
• Partai: Independen (didukung oleh DPRD Depok)
• Wakil Wali Kota: Yus Ruswandi (Independen)
• Terpilih melalui pemungutan suara DPRD dengan dukungan mayoritas (33 dari 45) anggota dewan
Masa Kota Depok dengan Wali Kota Hasil Pilkada Langsung (2005–sekarang)
Periode 2005–2010

• Wali Kota : Nur Mahmudi Ismail (2006–2011)
• Partai: Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
• Wakil Wali Kota: Yuyun Wirasaputra (Independen)
• Terpilih dalam Pilkada pertama Depok secara langsung oleh rakyat. Ada 4 pasangan calon (paslon) Wali Kota lain, yaitu pasangan petahana Badrul Kamal (Golkar) dan Syihabudin Ahmad (PKB), Yus Ruswandi (Eks Birokrat/Wakil Wali Kota) dan Sutadi Dipowongso (PDIP), Abdul Wahab Abidin dan Ilham Wijaya (Demokrat), serta Harun Heryana dan Farhan Abdur Rozaq (PAN)
Periode 2010–2015
• Wali Kota : Nur Mahmudi Ismail (2011–2016)
• Partai: PKS
• Wakil Wali Kota: Mohammad Idris (Independen)
• Terpilih kembali untuk periode kedua. Melawan paslon Badrul Kamal dan Agus Suprianto (Golkar), Yuyun Wirasaputra (eks Birokrat/Wakil Wali Kota) dan Pradi Supriyatna (Gerindra), serta Gagah Sunu Sumantri dan Derry Drajat (independen)
Periode 2015–2020

• Wali Kota : Mohammad Idris (2016–2021)
• Partai: Independen (Didukung oleh PKS)
• Wakil Wali Kota: Pradi Supriatna (Partai Gerindra)
• Muncul sebagai pemenang dalam Pilkada 2015 dengan dukungan koalisi partai Islam dan nasionalis. Melawan paslon Dimas Oky Nugroho (PDIP) dan Babai Suhaimi (Golkar)
Periode 2020–2025
• Wali Kota : Mohammad Idris (2021–2025)
• Partai: PKS
• Wakil Wali Kota: Imam Budi Hartono (PKS)
• Menang dalam Pilkada 2020 melawan pasangan Pradi Supriatna (Gerindra) dan Afifah Alia (PDIP).
Periode 2025–2030

• Wali Kota : Supian Suri (2025–2030)
• Partai: Gerindra
• Wakil Wali Kota: Chandra Rahmansyah (PKB)
• Menang dalam Pilkada 2025 melawan pasangan Imam Budi Hartono (PKS) dan Ririn Farabi A Rafiq (Golkar).
Dinamika dan Konfigurasi Politik
• Pada masa awal, Golkar mendominasi politik lokal Depok sebagai perpanjangan dari kekuasaan pusat pada era Orde Baru.
• Setelah reformasi, muncul kekuatan politik baru seperti PKS, yang menguasai kepemimpinan kota sejak 2005 dengan dominasi di posisi wali kota selama 4 periode (Nur Mahmudi Ismail dan Mohammad Idris, masing-masing menjabat selama 2 periode).
Pada pilkada serentak tahun 2024, kepemimpinan kota Depok dimenangkan pasangan Supian Suri (Gerindra) dan Chandra Rahmansyah (PKB), yang akan menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok untuk periode 2025-2030.
Sumber : Wikipedia