HUT ke-27 Kota Depok, Nuryuliani Dorong Kolaborasi Genjot Infrastruktur di Tengah Keterbatasan Anggaran - FPKS Depok
Logo Fraksi PKS DPRD Depok

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

DPRD Kota Depok

HUT ke-27 Kota Depok, Nuryuliani Dorong Kolaborasi Genjot Infrastruktur di Tengah Keterbatasan Anggaran

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

RADARDEPOK.COM-Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok pada 27 April 2026 menjadi ajang refleksi atas capaian pembangunan sekaligus evaluasi berbagai kendala yang masih dihadapi.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Nuryuliani, yang menilai pembangunan di Kota Depok terus berjalan, namun belum sepenuhnya optimal.

Di sisi capaian, Nuryuliani menyebut pembangunan infrastruktur dasar seperti peningkatan kualitas jalan dan upaya penanganan kemacetan mulai menunjukkan progres.

Pemkot Depok juga telah memprioritaskan sejumlah program strategis, seperti pembebasan lahan untuk jalan baru dan rencana pembangunan flyover di beberapa titik.

“Beberapa langkah sudah dilakukan, seperti pembebasan lahan Jalan Engram dan rencana flyover. Bahkan untuk wilayah Sawangan ditargetkan rampung pada tahun depan. Ini tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi,” ujar dia kepada Harian Radar Depok, Jumat (24/4).

Namun demikian, ia menilai hasil pembangunan tersebut belum terlihat signifikan di mata masyarakat. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran yang berdampak pada lambatnya realisasi proyek-proyek strategis.

“Kita tidak bisa menutup mata, keterbatasan anggaran membuat pembangunan berjalan bertahap. Dampaknya, hasilnya belum terasa merata,” ungkapnya.

Selain itu, persoalan klasik seperti kemacetan dan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kota Depok. Insiden longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung beberapa waktu lalu menjadi bukti bahwa sistem pengelolaan sampah masih perlu pembenahan serius.

“Masalah sampah ini belum selesai. Program yang ada harus ditingkatkan, terutama dari sisi edukasi masyarakat. Kalau tidak dimulai dari hulu, akan terus menumpuk di hilir,” tegasnya.

Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah menjadi salah satu faktor yang memperberat beban pengelolaan. Oleh karena itu, edukasi dan partisipasi publik menjadi kunci penting dalam mengatasi persoalan tersebut.

Sebagai solusi, Nuryuliani mendorong Pemerintah Kota Depok untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah dan lintas sektor guna mengatasi keterbatasan yang ada. Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun daerah penyangga seperti DKI Jakarta dinilai penting untuk mempercepat pembangunan.“Pemkot harus lebih aktif berkolaborasi. Dengan dukungan provinsi atau daerah lain, pembangunan bisa lebih cepat dan optimal,” katanya.

Di sisi lain, langkah pemanfaatan sampah menjadi energi melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS), termasuk kerja sama pengolahan sampah ke wilayah Bogor, dinilai sebagai solusi jangka panjang yang perlu terus dikembangkan.

“Itu langkah yang baik. Tinggal bagaimana konsistensinya dijaga dan kapasitasnya ditingkatkan,” tambahnya.

Ia berharap, di usia ke-27 ini, Kota Depok tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perbaikan sistem dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“HUT ke-27 ini harus jadi momentum evaluasi. Apa yang sudah baik dilanjutkan, yang masih kurang diperbaiki, agar Depok bisa berkembang lebih cepat dan merata,” tutur dia.***

Sumber: https://www.radardepok.com/politik/94617041639/hut-ke-27-kota-depok-nuryuliani-dorong-kolaborasi-genjot-infrastruktur-di-tengah-keterbatasan-anggaran?page=2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *