ARAHKATA– Pembangunan Jalan Alternatif Sawangan Depok yang menghubungkan Jalan Engram dan Jalan Pemuda mendapat apresiasi sekaligus sorotan pihak DRPD Depok. Anggota Komisi C DPRD Depok, Bambang Sutopo mengapresiasi sekaligus menyoroti aspek efektivitas jangka panjang dan meminta perlunya kajian terukur terkait klaim penurunan kemacetan hingga 75–80 persen dari Pemkot Depok. “ Pertama, tentu kita mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Depok yang mulai merealisasikan pembangunan Jalan Alternatif Sawangan. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengurai kemacetan kronis yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat ” ujarnya, Jumat, 19 Juni 2026.
Bambang mengatakan, pembangunan satu ruas jalan saja tidak cukup menjadi solusi menyeluruh, mengingat akar permasalahannya yang kompleks. “ Kemacetan Sawangan merupakan persoalan yang kompleks yang dipengaruhi pertumbuhan jumlah kendaraan, pesatnya pembangunan permukiman, kapasitas persimpangan, hingga keterkaitan jaringan jalan secara keseluruhan ” tandasnya.
Terkait target penurunan kemacetan hingga 75–80 persen, politisi Fraksi PKS DPRD Depok ini juga meminta agar angka tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara nyata.
“Target tersebut perlu dibuktikan melalui pengukuran lalu lintas setelah proyek beroperasi. Kami berharap tercapai, namun DPRD tetap akan menjalankan fungsi pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat ” tambahnya.
Dia mengakui, jalan alternatif ini akan meringankan beban di titik-titik rawan macet. Namun untuk mewujudkan solusi yang berkelanjutan, diperlukan langkah yang lebih terpadu.
“ Diperlukan pelebaran ruas jalan strategis, penataan persimpangan, pembangunan jaringan jalan penghubung lainnya, peningkatan angkutan umum massal, serta penyelarasan dengan Rencana Induk Transportasi Kota Depok ” jelasnya.
Lebih dari itu, HBS, sapaan akrab Haji Bambang Sutopo juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas hasil pembangunan dan penggunaan dana publik.
“Kami mendukung pembangunan Jalan Alternatif Sawangan sebagai solusi jangka menengah. Namun efektivitas penggunaan anggaran sekitar Rp79,31 miliar harus dibuktikan dengan penurunan kemacetan yang terukur setelah proyek selesai ” tegas HBS.
” Jangan sampai pembangunan jalan hanya memindahkan titik macet dari satu lokasi ke lokasi lain. Yang dibutuhkan adalah penanganan transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan ” tambahnya.
Lantaran itu, Komisi C DPRD Kota Depok akan terus mengawal investasi ini agar memberikan manfaat maksimal, baik untuk kelancaran lalu lintas, konektivitas wilayah, hingga pertumbuhan ekonomi warga sekitar.
“ Semoga ini menjadi langkah awal yang baik bagi penyelesaian persoalan kemacetan di kawasan Sawangan dan sekitarnya ” pungkasnya.
Proyek Pemkot Depok yang ditargetkan selesai 6 Desember tahun 2026 dan mampu memangkas tingkat kemacetan hingga 75–80 ini diharapkan menjadi solusi atas kemacetan kronis yang telah lama dikeluhkan warga Sawangan dan Bojongsari.
Secara teknis, jalan sepanjang 872 meter ini memiliki lebar ruang milik jalan yang bervariasi: sekitar 11,5 meter untuk Jalan Engram dan 10,5 meter untuk Jalan Pemuda. Keseluruhan pekerjaan menelan total anggaran Rp79,31 miliar yang bersumber dari APBD Kota Depok, dengan rincian Rp49 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp30,31 miliar untuk konstruksi. (Eko Budi Ahdayanto)
Sumber: https://arahkata.pikiran-rakyat.com/berita/pr-12810282585/dprd-depok-klaim-kurangi-macet-75-persen-perlu-dikaji-dan-diukur-nyata?page=3