FPKS Depok – Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS Mohamad Nur Hidayat masuk dalam pansus 1 Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) Depok 2026 – 2046. Bang Dayat, panggilan akrab Nur Hidayat, menegaskan bahwa arah pembangunan industri di Kota Depok ke depan harus berbasis konsep link and match, baik dengan rantai pasok industri di tingkat provinsi maupun nasional, serta selaras dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Menurut anggota Komisi B ini, selama ini perencanaan industri daerah kerap berjalan parsial dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan industri yang lebih luas. Padahal, keterhubungan tersebut menjadi kunci agar industri di Depok memiliki daya saing dan kepastian pasar.
“Pembangunan industri di Kota Depok tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Harus ada link and match yang jelas dengan rantai pasok industri di tingkat provinsi dan nasional, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan memiliki pasar yang jelas dan mampu bersaing,” ujar Bang Dayat.
Ia menambahkan, konsep link and match juga harus diterapkan secara serius pada aspek ketenagakerjaan. Kebutuhan tenaga kerja dari sektor industri harus terhubung langsung dengan sistem pendidikan dan pelatihan yang ada di daerah.
“Kita tidak ingin terjadi mismatch. Industri membutuhkan tenaga kerja siap pakai, tetapi lulusan kita tidak sesuai kebutuhan. Karena itu, perlu sinkronisasi antara industri dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan SMK yang ada di Kota Depok,” jelasnya.
Bang Dayat mendorong adanya kolaborasi konkret antara pemerintah daerah, dunia industri, serta lembaga pendidikan untuk menyusun kurikulum berbasis kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan SMK maupun peserta pelatihan di BLK dapat langsung terserap di dunia kerja.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya mengarahkan pembangunan industri di Depok agar tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mampu menjawab persoalan perkotaan yang dihadapi masyarakat.
“Salah satu isu krusial di Depok adalah persoalan sampah. Oleh karena itu, kita perlu mendorong hadirnya industri pengolahan sampah, daur ulang, dan ekonomi sirkular yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi lingkungan,” tegasnya.
Menurut aleg PKS dapil Sukmajaya ini, pendekatan ini akan memberikan dampak ganda, yaitu membuka lapangan kerja baru sekaligus mengurangi beban permasalahan lingkungan di perkotaan.
Bang Dayat berharap, dengan penerapan konsep link and match yang terintegrasi antara industri, SDM, dan kebutuhan kota, Depok dapat tumbuh sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.