Tampil di Podcast Fraksi PKS Depok, Hafid Nasir: Harus ada Penanganan yang Humanis terhadap PKL yang Digusur - FPKS Depok
Logo Fraksi PKS DPRD Depok

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

DPRD Kota Depok

Tampil di Podcast Fraksi PKS Depok, Hafid Nasir: Harus ada Penanganan yang Humanis terhadap PKL yang Digusur

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

0-0x0-0-0#

FPKS Depok – Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS, Moh. Hafid Nasir memulai percakapan Podcast Fraksi PKS dengan pengenalan terhadap Komisi A (antara lain bidang pemerintahan, hukum, keamanan ketertiban, dan perizinan). “Jadi, tugas kami di Komisi A adalah quote-unquote melakukan pengawasan terhadap “dapur” pemerintahan Kota Depok. Mengawasi proses yang terjadi di perangkat-perangkat daerah,” jelas Hafid.

“Salah satunya tentang perizinan membangun rumah, yaitu IMB tau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) yang menjadi syarat yang harus dipenuhi,” ujar Bang Hafid, panggilan akrab Hafid Nasir di Podcast Fraksi PKS Depok, Selasa (2/6).

“Yang sekarang sedang menjadi konsentrasi saya adalah penertiban terhadap PKL (pedagang kaki lima) berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2024, yaitu tentang Perlindungan, Pemberdayaan, Pengembangan Usaha Mikro serta Penataan dan Pemberdayaan PKL. Jadi, pedagang kaki lima (PKL ) tidak boleh ditertibkan secara semena-mena. Istilahnya, bukan menggusur tapi menggeser,” tambah Bang Hafid yang juga anggota Komisi A tersebut.

“Jadi para PKL setelah ditertibkan harus diberikan tempat yang layak untuk berdagang, misalnya mereka direlokasi ke tempat yg strategis, ada sentra UMKM, dan lain-lain,” kata aleg Dapil Pancoran Mas itu.

Di Podcast yang dipandu host Haji Gilang itu muncul pertanyaan: Apa bedanya PKL dengan UMKM? Bang Hafid menjawab: “PKL belum tentu dia sebagai UMKM, kalo UMKM adalah pelaku usaha yang sudah terbina. Pemerintah juga harus memikirkan bagaimana nasib para PKL setelah digusur? Harus ada penanganan yang humanis terhadap PKL yang sudah digusur, pemerintah juga memperhatikan nasib mereka,” tegas Bang Hafid.

Ketua Fraksi PKS itu menjelaskan tentang cara agar PKL terbina adalah dengan pendataan yang benar agar mereka bisa berjalan dengan baik. “Contoh penataan PKL yang sudah berjalan adalah Lembah Gurame. Di sana banyak pedagang dadakan yang membentuk pasar kaget dan ramai dikunjungi masyarakat,” imbuhnya.

Bagaimana memandang kota Depok ke depan? Bang Hafid memandang harus ada kolaborasi dari semua pihak agar Depok bisa menjadi lebih baik lagi.

Dalam closing statement-nya, Bang Hafid berpesan kepada warga Depok agar berhati-hati mencari dan membangun rumah, agar diperhatikan IMB atau PBG agar bisa menghuni dengan tenang. “Untuk para PKL agar bisa menjalankan usahanya dengan baik dan mendapatkan tempat usaha yang nyaman,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *