DepokNews — Fenomena membludaknya pencari kerja muda di Bursa Kerja yang digelar Pemerintah Kota Depok beberapa waktu lalu menjadi sorotan. Salah satu media bahkan menulis, “Ribuan Anak Muda Serbu Bursa Kerja di Balai Kota Depok, Didominasi Gen Z dan Milenial,” Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Mohamad Nur Hidayat, memberikan perhatian khusus terhadap fenomena tersebut.
Pria yang akrab disapa Bang Dayat ini menilai, tingginya antusiasme anak muda mencerminkan dinamika pasar tenaga kerja yang cukup kontras di tengah masa transisi ekonomi saat ini.
Sebagai Anggota Komisi B, ia melihat fenomena ini dari dua perspektif utama, yakni sosial dan ekonomi.
Perspektif Sosial
Menurut Bang Dayat, terdapat dua hal yang menonjol:
1. Fenomena Job Hopping dan Unemployment Gap
Gen Z dan milenial cenderung lebih selektif, namun juga lebih rentan terhadap ketidakpastian kerja.
“Membludaknya pelamar menunjukkan adanya oversupply tenaga kerja di sektor formal yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja lokal,” ujarnya.
2. Tekanan Psikososial
Tingginya antrean menciptakan tekanan psikis dan kompetisi yang sangat ketat.
“Hal ini juga menunjukkan bahwa narasi ‘kerja kantoran’ masih menjadi standar kesuksesan sosial utama di mata masyarakat Depok dan sekitarnya,” tegasnya.
Perspektif Ekonomi
Dari sisi ekonomi, Bang Dayat mengidentifikasi tiga persoalan utama:
1. Mismatch Keterampilan
Jumlah pelamar sering tidak sebanding dengan kebutuhan industri, misalnya kebutuhan tenaga digital yang tidak terpenuhi oleh pelamar dengan latar belakang administrasi umum.
2. Ketergantungan pada Sektor Formal
Dominasi pencari kerja di bursa kerja menunjukkan bahwa sektor UMKM dan kewirausahaan belum dipandang sebagai pilihan yang stabil oleh anak muda.
3. Agitasi Ekonomi Lokal
Secara makro, kondisi ini menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi Depok belum mampu menyerap angkatan kerja baru secara optimal setiap tahunnya.
Solusi yang Ditawarkan
Untuk menjawab persoalan tersebut, Bang Dayat menawarkan sejumlah solusi:
Jangka Pendek
Digitalisasi Bursa Kerja
Pendaftaran dan seleksi awal dialihkan ke platform digital terintegrasi untuk mengurangi penumpukan fisik dan meningkatkan efisiensi.
Pelatihan Interview & Penyusunan CV
Workshop singkat, baik luring maupun daring, agar pelamar lebih siap menghadapi pasar kerja modern.
Jangka Menengah (6–12 bulan)
Program Upskilling dan Reskilling
Kolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk menyediakan sertifikasi gratis di bidang yang relevan, seperti data entry, digital marketing, dan teknisi hijau.
Kemitraan Industri Spesifik
Menjalin kerja sama dengan perusahaan di kawasan industri sekitar, seperti Cimanggis dan Cibinong, untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Jangka Panjang (2–5 tahun)
Penguatan Ekosistem Startup dan UMKM
Memberikan insentif dan dukungan modal agar anak muda beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Sinkronisasi Kurikulum Pendidikan
Menghubungkan SMK dan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri (link and match).
Pembangunan Hub Kreatif
Mendirikan co-working space publik untuk mendukung ekonomi kreatif, pekerja lepas, dan ekosistem gig economy.
Sumber: https://depoknews.id/ribuan-anak-muda-serbu-bursa-kerja-pemkot-ini-pandangan-aleg-muda-pks-depok/