Hardiknas 2026: Memuliakan Manusia, Meneguhkan Arah Pendidikan Bangsa - FPKS Depok
Logo Fraksi PKS DPRD Depok

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

DPRD Kota Depok

Hardiknas 2026: Memuliakan Manusia, Meneguhkan Arah Pendidikan Bangsa

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Oleh : Dr. H. Bambang Sutopo, SEI,MM (Pembina yayasan Pendidikan Ruhama)

DEPOK | VOA Depok – Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026 semestinya tidak berhenti pada seremoni tahunan yang sarat simbolik.

Momentum ini seharusnya menjadi ruang refleksi kolektif bagi seluruh elemen bangsa, apakah arah pendidikan Indonesia benar-benar telah memuliakan manusia, atau justru terjebak dalam rutinitas administratif yang kehilangan makna?

Di tengah berbagai capaian pembangunan, sektor pendidikan Indonesia menghadapi paradoks. Akses pendidikan semakin terbuka, angka partisipasi meningkat, dan berbagai program pemerintah terus digulirkan.

Namun, kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter belum sepenuhnya mengakar kuat. Fenomena generasi yang cerdas secara akademik tetapi rapuh secara moral dan spiritual menjadi sinyal penting bahwa ada yang perlu dibenahi secara mendasar.

Pendidikan sejatinya bukan sekadar proses transfer pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, menumbuhkan fitrah, mengembangkan potensi, serta memuliakan martabat setiap anak bangsa. Dalam konteks ini, pendidikan harus kembali pada nilai-nilai dasar yakni, ketulusan, kasih sayang, dan keteladanan.

Pengalaman panjang dalam membina lembaga pendidikan, termasuk Yayasan Pendidikan Ruhama sejak 1992, menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Pendidikan yang berhasil adalah yang mampu melahirkan manusia utuh berpikir jernih, berhati bersih, dan berakhlak mulia.

Pendekatan integratif yang menggabungkan ilmu, iman, dan amal menjadi kebutuhan nyata dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Karena itu, diperlukan keberanian untuk melakukan reposisi arah kebijakan pendidikan. Perhatian tidak cukup hanya pada pembangunan infrastruktur, digitalisasi sekolah, atau standar evaluasi. Hal yang lebih penting adalah memastikan seluruh ekosistem pendidikan, guru, kurikulum, kebijakan, hingga lingkungan belajar berorientasi pada pembentukan karakter dan kemuliaan manusia.

Tema “Partisipasi Semesta” dalam Hardiknas 2026 harus dimaknai secara lebih substantif. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan kolektif seluruh elemen bangsa: keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. Kolaborasi ini harus diwujudkan dalam bentuk nyata, bukan sekadar formalitas.

Peran pemerintah daerah juga sangat strategis dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Kebijakan pendidikan harus adaptif terhadap perkembangan global, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan jati diri bangsa. Tanpa keseimbangan ini, pendidikan berisiko kehilangan arah.

Hardiknas 2026 harus menjadi titik balik. Saatnya kita tidak hanya memperbaiki sistem, tetapi juga menghidupkan kembali ruh pendidikan. Kita membutuhkan lebih dari sekadar sekolah yang baik, kita membutuhkan ekosistem pendidikan yang benar-benar memuliakan manusia.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi dari kualitas manusia yang dihasilkan. Manusia yang mampu membawa peradaban menuju kebaikan, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi bangsa.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.Mari kita teguhkan komitmen pendidikan untuk memuliakan manusia dan mencerdaskan kehidupan bangsa secara utuh. **

Sumber: https://depok.voa.co.id/opini/2999/hardiknas-2026-memuliakan-manusia-meneguhkan-arah-pendidikan-bangsa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *