RADARDEPOKCOM – Persoalan sampah yang semakin kompleks di Kota Depok mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Nuryuliani. Untuk melihat langsung kondisi di lapangan, legislator tersebut bersama jajaran Komisi C melakukan sidak ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah DPRD Kota Depok menggelar rapat pembahasan pengelolaan sampah bersama perangkat daerah terkait.
Nuryuliani menilai, pengambilan kebijakan tidak cukup hanya berdasarkan laporan di atas meja, tetapi harus didukung dengan kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, sidak dilakukan untuk memastikan berbagai persoalan yang terjadi di TPA Cipayung dapat dipetakan secara jelas sehingga langkah penanganan yang disiapkan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana kondisi TPA Cipayung saat ini. Setelah rapat membahas pengelolaan sampah, tentu kami perlu memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan begitu, DPRD bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh sebelum mendorong berbagai kebijakan maupun program penanganan sampah,” ujar Nuryuliani kepada Harian Radar Depok, Minggu (7/6).
Dari hasil peninjauan, ia melihat volume sampah yang terus bertambah telah menjadi tantangan besar bagi Kota Depok.
Berdasarkan data yang diterimanya, TPA Cipayung saat ini menerima sekitar 900 hingga 1.000 ton sampah setiap hari. Sementara produksi sampah warga Kota Depok secara keseluruhan diperkirakan mencapai 1.300 ton per hari.Besarnya volume sampah tersebut membuat kapasitas TPA semakin terbebani. Bahkan, timbunan sampah eksisting di kawasan tersebut diperkirakan telah mencapai 2,9 juta ton atau sekitar 4 juta meter kubik.
“Kondisi ini tentu tidak bisa dianggap biasa. Tumpukan sampah yang ada sudah sangat besar dan memerlukan langkah penanganan yang cepat serta terukur. Kalau tidak segera dilakukan upaya pengurangan dan pengolahan, beban TPA akan semakin berat,” kata dia.
Nuryuliani menegaskan, persoalan sampah saat ini tidak lagi sekadar urusan kebersihan lingkungan, melainkan telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan hidup, hingga keberlanjutan pembangunan kota.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Depok untuk mempercepat realisasi berbagai program pengelolaan sampah, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir.
Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah harus mulai bergeser dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi mengolah serta mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
“Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya menambah lokasi penumpukan, tetapi bagaimana sampah yang dihasilkan masyarakat dapat dikurangi dan diolah. Teknologi pengolahan sampah, penguatan bank sampah, hingga edukasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan,” tutur dia.
Politisi perempuan tersebut juga menilai bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, komunitas lingkungan, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah rumah tangga menjadi salah satu kunci penting untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA setiap harinya.
“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah harus menghadirkan sistem yang baik, tetapi masyarakat juga perlu berpartisipasi dengan mengurangi sampah dari sumbernya. Kalau semua bergerak bersama, beban TPA bisa berkurang secara signifikan,” ungkap dia.
Sebagai anggota Komisi C yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup, Nuryuliani memastikan pihaknya akan terus mengawal berbagai program pengelolaan sampah yang sedang disiapkan Pemerintah Kota Depok.
Pengawasan tersebut dilakukan, lanjut Nuryuliani, agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia berharap berbagai rencana pengembangan fasilitas pengelolaan sampah yang tengah disusun pemerintah dapat segera direalisasikan sehingga persoalan penumpukan sampah di TPA Cipayung tidak semakin membesar.
“Kami di DPRD akan terus mengawal dan mendorong agar solusi pengelolaan sampah bisa segera diwujudkan. Tujuan akhirnya tentu agar Kota Depok menjadi kota yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan memiliki sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan untuk masa depan,” tutur dia.***
Sumber: https://www.radardepok.com/politik/94617222120/tinjau-langsung-tpa-cipayung-nuryuliani-desak-percepatan-solusi-pengelolaan-sampah-di-depok