DEPOK | VOA Depok – Trotoar di kawasan Secawan yang ambles mendapat penanganan cepat dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Sementara itu, turap rumah warga di Villa Pertiwi, Sukamaju, yang longsor akibat gerusan Kali Jantung sejak Januari 2026, hingga kini belum mendapat penanganan permanen.
Perbedaan penanganan tersebut dipertanyakan anggota Komisi C DPRD Kota Depok, H. Bambang Sutopo (HBS). Ia meminta pemerintah memberikan respon yang adil terhadap persoalan infrastruktur yang menyangkut keselamatan warga.
“Jangan sampai ada kesan pilih kasih,” kata HBS saat meninjau langsung kondisi turap rumah warga di RT 02/RW 15, Blok J4, Villa Pertiwi, Sabtu (8/8/2026).
Menurut HBS, longsor tersebut telah ditangani secara darurat oleh satuan tugas kebencanaan dengan pemasangan cerucuk bambu. Namun, langkah itu belum menjadi solusi permanen.
Warga, kata dia, khawatir turap kembali ambrol dan berdampak terhadap rumah mereka jika tidak segera diperbaiki.“Warga khawatir akan roboh bila tidak segera ditangani,” ujar HBS.
HBS mengatakan warga telah mengajukan proposal kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok.
Mereka berharap penanganan dapat menggunakan anggaran BTT apabila ketentuan memenuhi atau dimasukkan dalam perubahan anggaran 2026.
HBS meminta usulan tersebut segera ditindaklanjuti.
“Warga sudah mengajukan proposalnya. Mohon bantuan dan perhatian agar masalah ini bisa segera ditangani,” katanya.
Bandingkan dengan Trotoar Secawan
HBS kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan penanganan trotoar Secawan yang ambles.
Menurutnya, pemerintah dapat bergerak cepat dengan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar melalui BTT untuk penanganan kerusakan di Secawan.
“Kalau untuk mengganti biaya pedestrian Secawan yang belum satu tahun ambrol sebesar lebih dari Rp1 miliar dari BTT, harusnya ini bisa disegerakan karena terjadi sejak Januari lalu belum direspons dan dieksekusi,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah perlu memperhatikan tingkat risiko dalam menentukan kecepatan penanganan. Sebab, turap rumah warga berkaitan langsung dengan keamanan bangunan dan keselamatan masyarakat.
Minta Penanganan Permanen
Legislator PKS ini juga mendorong Dinas PUPR untuk segera melakukan kajian teknis dan menentukan solusi permanen untuk turap rumah warga yang terdampak gerusan Kali Jantung.
Menurut dia, pemasangan cerucuk bambu hanya menjadi langkah sementara. Pemerintah perlu memastikan ada tindak lanjut agar kerusakan tidak semakin meluas.
“Kalau memang sudah diketahui ada gerusan dan turap rumah warga ambrol, harus ada solusi permanen. Jangan menunggu kerusakannya semakin besar,” tandasnya.
Ia juga berharap penanganan dapat dimasukkan ke dalam perubahan anggaran 2026 apabila tidak memungkinkan menggunakan BTT, sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
HBS mengungkapkan kunjungannya ke Villa Pertiwi merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi warga secara langsung.
“Turun ke lapangan adalah bagian penting dari kerja pelayanan kepada masyarakat. Persoalan warga tidak selalu terlihat dari balik meja,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera memberikan kepastian kepada warga mengenai waktu dan bentuk penanganan turap tersebut. **
Sumber: https://depok.voa.co.id/berita/3906/trotoar-secawan-ambles-cepat-ditangani-turap-rumah-warga-berbulan-bulan-menunggu-bambang-sutopo-jangan-ada-kesan-pilih-kasih/