fpksdepok.id – Fraksi PKS DPRD Kota Depok kedatangan tamu dari pengurus Special Olympics Indonesia (SOINA) Cabang Depok, Kamis (30 Januari 2025). Rombongan berjumlah 9 orang itu diterima aleg PKS Hengky didampingi Tenaga Ahli FPKS Adriyana Wira Santana.
Pengurus SOINA Depok yang hadir yaitu, Pahala Saragi (Ketua), Novie Mayang Melati (Sekretaris), Koordinator Bidang Kemitraan Eko Widodo, Koordinator Bidang Kesekretariatan Erna Sulistiowati, dan Koordinator Bidang Pelatihan Sofa Bassal. Mereka dampingi pengurus pusat SOINA, Sumardi dan Noor Achyati. Turut serta pula atlet SOINA Depok yaitu, Zilan (penyandang tuna grahita), dan Abing (penyandang downsyndrome).
Maksud kunjungan dan audiensi pengurus SOINA Depok untuk memperkenalkan organisasi tersebut sekaligus meminta dukungan atau support dari FPKS dengan keberadaan mereka.
Organisasi SOINA Depok baru dibentuk tahun 2023. Pengurusnya akan dilantik tgl 12 Februari 2025.
Merespon kunjungan tersebut, Hengky mengucapkan terima kasih kepada tamunya yang hadir bersilaturahmi ke Fraksi PKS. “Alhamdulillah, di Depok masih ada yang peduli dengan anak-anak yang memiliki keterbatasan,” ujar aleg Dapil Sukmajaya ini.
Hengky yang juga Ketua Komisi C DPRD Depok menambahkan bahwa ia bangga dengan prestasi anak-anak seperti Abing dan Zilan. “Jika di Depok ada anak yang memiliki disabilitas maupun nondisabilitas yang IQ-nya di bawah 70, bisa bergabung dengan SOINA Depok,” imbuhnya.
Special Olympics adalah sebuah gerakan global yg didirikan oleh Eunice Kennedy Shriver. Bermula saat diselenggarakannya olahraga musim panas untuk individu bertalenta khusus di Chicago, AS tahun 1968 yang diikuti oleh sekitar 1.000 atlet bertalenta khusus dari AS dan Kanada. Selanjutnya berkembang menjadi Special Olympics International, dan berkantor pusat di Washington DC.
Visi Gerakan Special Olympics adalah
Melalui Gerakan Special Olympics memberikan kesempatan kepada Disabilitas Intelektual untuk menjadi warga negara yang berguna, produktif, diterima, dihargai, dan diakui kesetaraannya sebagai bagian dari masyarakat.
Sedangkan misinya yaitu, Olahraga Olimpiade sepanjang tahun bagi intelektual disabilitas serta memberikan kesempatan yang berkesinambungan untuk membentuk fisik yang sehat, bugar, menunjukkan keberanian, merasakan kebahagiaan, serta dapat menunjukkan kemampuan, keahlian dan persahabatan baik dengan keluarganya, atlet Special Olympics lainnya, maupun masyarakat.
Adapun yang dimaksud dengan penyandang Disabilitas Intelektual adalah orang yang memiliki kelambanan dalam berpikir dan belajar serta kesulitan dalam berbicara. Selain itu, mereka memiliki IQ di bawah 70 dan semua gejala itu muncul sebelum mereka berusia 18 tahun.
Program olahraga Special Olympics Indonesia adalah atletik, bulutangkis, basket, senam ritmik, bersepeda, berkuda, bocce, floorball, golf, bowling, tenis, dan tenis meja. Adapun kompetisi yang diselenggarakan mulai dari Porcab, Porda, Pornas, hingga Special Olympics World Games (SOWG).
Untuk para atlet SOINA Depok mereka berlatih di Alun-alun Timur GDC (Jumat), dan DOS 2 Balai Kota Depok (Sabtu dan Minggu). Alhamdulillah, keberadaan fasilitas umum yang baru ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Depok, termasuk penyandang disabilitas.
Atlet SOINA Indonesia berpartisipasi pertama kali dalam even internasional Special Olympics World Games (SOWG) tahun 1991 di Minnesota, Amerika Serikat. Untuk atlet Depok pertama kali ikut SOWG tahun 2023 di Berlin, Jerman. Alhamdulillah, pada even dunia ini atlet Indonesia yang berjumlah 25 orang berhasil mempersembahkan 10 medali emas, 5 perak, dan 8 perunggu. (Hmd)