RADARDEPOK.COM – Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, mengapresiasi kehadiran cepat Walikota Depok yang segera turun ke lokasi di Kampung Benda, Kelurahan Cipayung, Depok.
Ade menilai, adanya komunikasi dan komitmen dari Walilota Depok membuat pengurus lingkungan yang sebelumnya berencana mengundurkan diri akhirnya membatalkan keputusan tersebut.
“Alhamdulillah, tadi Pak Wali sudah visit di kunjungan. Boleh jadi juga sudah berkomunikasi sama RT dan RW. Dan juga boleh jadi ada yang sudah dikomitmenkan sama Pak Wali. Sekaligus juga mengapresiasi gerak cepat, respon cepat Pak Wali,” ujar Ade Supriyatna kepada Radar Depok, Minggu (10/5).
Dia juga mendorong penuh penanganan banjir di wilayah tersebut. Artinya intervensi cepat harus dilakukan, seperti normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi hingga pembersihan sampah di aliran Kali Pesanggrahan.
“Kami dari DPRD tentunya mendukung apa yang dikomitmenkan Pak Wali ke lingkungan. Mudah-mudahan yang dikomitmenkan apakah itu normalisasi, pengerukan sedimen, pembersihan sampah sehingga aliran sungai bisa lebih lancar dan banjir bisa ditanggulangi,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Ade, pembangunan turap juga memungkinkan dilakukan untuk mengurangi risiko luapan air ke permukiman warga. Namun, pengerjaan tersebut memerlukan dukungan anggaran yang tidak sedikit. Jika nantinya dilakukan penurapan, akan menggunakan APBD.
“Kemudian juga boleh jadi ada komitmen penurapan misalnya. Cuma tentunya itu kan membutuhkan anggaran. Kalau memang belum dianggarkan bisa lewat mekanisme pergeseran menggunakan BTT misalnya. Atau nanti di perubahan di anggarkan,” jelasnya.
Ade menilai, langkah awal yang paling penting saat ini adalah menurunkan alat berat untuk melakukan penanganan cepat di lokasi terdampak banjir. Artinya, bersinergi dengan Dinas PUPR.
“Yang jelas memang harus ada intervensi cepat. Boleh jadi turun alat berat dulu, cuman turunnya juga harus optimal. Mampu membuat perubahan signifikan di lingkungan itu,” katanya.
Tak hanya fokus pada penanganan banjir, Ade juga menyoroti pentingnya pengurangan volume sampah di TPA Cipayung melalui teknologi pengolahan sampah modern.
Dia optimis, upaya ini menjadi ikhtiar yang optimal. Apalagi Pemkot Depok saat ini telah mengikuti program pemerintah pusat terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Selain itu, Pemkot Depok juga disebut telah berkomitmen mengirim sebagian sampah ke wilayah Bogor sebagai bagian dari program pemerintah pusat.
“Sudah mengikuti program pusat dan mereka akan bikin listrik tenaga sampah. Sehingga bisa menghabiskan sampah lebih dari 1 ton hingga 1,5 ton per hari. Depok berkomitmen kirim sampah ke Bogor. Komitmen sekitar 700-an ton per hari kirim ke Bogor. Beban di TPA Cipayung akan berkurang, ” ujarnya.
Di sisi lain, lanjut dia, Pemkot Depok juga tengah menunggu progres kerja sama dengan pihak swasta terkait pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di kawasan TPA Cipayung.
“Untuk buat pabrik RDF, bahan baku semen di lokasi TPA Cipayung juga. Kalau itu bisa seribu ton per hari, tidak hanya sampah baru tapi juga gunung sampah di TPA bisa perlahan tersedot,” jelasnya.
Dia juga meyakini, apabila normalisasi sungai, pengerukan sedimen dan penanganan sampah dilakukan secara maksimal, maka risiko banjir di wilayah perbatasan Pasir Putih dan Cipayung dapat ditekan.
“Kalau sedimen di sungai sudah cukup bisa menampung seluruh debit air, kemudian sampah juga bisa dihalau dari sungai dan aliran air sampai ke hilir lebih lancar, harusnya risiko banjir bisa dikurangi,” tegas dia.***
Sumber: https://www.radardepok.com/politik/94617114498/ketua-dprd-depok-ade-supriyatna-percepat-tangani-banjir-kampung-benda-cipayung?page=2