FPKS Depok — Ada kenangan yang vtidak pernah benar-benar hilang, meski waktu terus berjalan. Salah satunya adalah kenangan di sekolah tempat seseorang pernah belajar, bermain, bercita-cita, dan untuk pertama kalinya mengenal arti perjuangan.
Nuansa itulah yang terasa ketika Anggota DPRD Kota Depok Mohamad Nur Hidayat menghadiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Cisalak 1, sekolah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya. Kembali ke almamater bukan sekadar menghadiri sebuah acara. Bagi Bang Dayat, sapaan akrab Mohamad Nur Hidayat, momen tersebut menjadi kesempatan untuk bernostalgia sekaligus menitipkan pesan kepada generasi penerus yang saat ini duduk di bangku sekolah yang sama.
Di hadapan para siswa dan guru, ia mengajak anak-anak SDN Cisalak 1 untuk menikmati masa sekolah dengan sungguh-sungguh.
Menurutnya, bangku sekolah adalah tempat menanam cita-cita dan membangun karakter sebelum kelak menghadapi kehidupan yang lebih luas.
“Dulu saya juga pernah duduk di bangku sekolah ini. Mungkin tidak pernah terbayangkan bahwa suatu hari saya akan kembali ke sini sebagai Anggota DPRD. Karena itu, anak-anak semua jangan pernah merasa kecil. Bermimpilah setinggi-tingginya, belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan pernah takut memiliki cita-cita,” pesan Bang Dayat.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Ada proses panjang, doa orang tua, bimbingan guru, serta kerja keras yang harus dijalani.Bang Dayat mengajak para siswa menjadikan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi dalam membangun karakter: jujur, amanah, sabar, berani, dan memiliki kepedulian kepada sesama. Menurutnya, kecerdasan saja tidak cukup. Anak-anak juga harus memiliki akhlak yang baik.
“Jadilah anak-anak yang pintar, tetapi jangan lupa menjadi anak yang baik. Hormati guru, sayangi orang tua, berteman dengan baik dan rajin beribadah. Karena ilmu yang tinggi akan semakin berarti ketika disertai akhlak yang mulia,” tuturnya.
Suasana semakin hangat ketika Bang Dayat mengenang masa-masa sekolahnya. Tempat yang dahulu menjadi ruang belajar dan membentuk dirinya kini dipenuhi wajah-wajah baru yang sedang menulis cerita masa depan mereka sendiri.
Ia berharap dari SDN Cisalak 1 akan lahir generasi yang kelak menjadi dokter, guru, pengusaha, atlet, pemimpin, bahkan anggota dewan—dengan tetap membawa nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan sejak sekolah dasar.
“Siapa tahu di antara anak-anak yang duduk di sini, nanti ada yang menjadi wali kota, dokter, guru, pengusaha, atlet atau anggota DPR. Jangan minder dengan siapa pun. Semua orang besar pernah menjadi anak sekolah dan memulai dari langkah kecil,” ujarnya.
Bagi Bang Dayat, kembali ke SDN Cisalak 1 juga menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan memiliki titik awal.
Dari sebuah bangku sekolah, tumbuh sebuah mimpi. Dari sebuah mimpi, lahir perjuangan. Dan dari perjuangan, seseorang dapat kembali untuk memberi inspirasi kepada generasi berikutnya. Maulid Nabi di almamater pun bukan hanya menjadi peringatan tentang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat belajar, memperkuat akhlak, dan menanamkan keberanian kepada anak-anak untuk bermimpi besar. SDN Cisalak 1 bukan hanya tempat untuk mengenang masa lalu. Dari sekolah inilah, masa depan sedang dipersiapkan.
Acara maulid Nabi turut di hadiri oleh Pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Depok Kristianti, Kepala SDN Cisalak 1 Reni Faridah, Dewan Guru dan Komite Sekolah, serta pendongeng Kak Iqbal.